Opini adalah sudut pandang, ide, atau penilaian pribadi dari masing-masing individu. Oleh sebab itu, opini belum tentu benar ataupun salah selama belum didukung oleh bukti.
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau dapat dibuktikan kebenarannya. Fakta bersifat objektif sehingga tidak dipengaruhi oleh pendapat pribadi.
Data adalah sekumpulan informasi, angka, hasil pengamatan, atau hasil penelitian yang digunakan sebagai bukti untuk mendukung suatu pernyataan. Dalam argumentasi, data berfungsi memperkuat pendapat sehingga tidak hanya berdasarkan dugaan.
Ketiga unsur tersebut saling melengkapi. Misalnya seseorang berpendapat:
"Literasi digital perlu ditingkatkan di kalangan pelajar."
Kalimat tersebut masih berupa opini. Agar menjadi argumentasi yang kuat, opini tersebut harus didukung oleh fakta dan data, misalnya:
"Literasi digital perlu ditingkatkan di kalangan pelajar karena penyebaran informasi yang tidak benar masih sering terjadi di media sosial. Berdasarkan hasil survei, sebagian besar remaja memperoleh informasi dari internet setiap hari sehingga kemampuan memilah informasi menjadi sangat penting."
Opini
Fakta
Data
Kini pendapat tersebut menjadi lebih kuat karena memiliki alasan dan bukti yang mendukung. Dalam teks argumentasi, opini yang disertai fakta, data, dan penalaran logis akan lebih mudah diterima oleh pembaca.
Setiap hari kita membaca ratusan informasi dari media sosial, berita, maupun percakapan dengan orang lain. Tidak semua informasi tersebut merupakan fakta. Sebagian hanyalah opini yang belum didukung bukti.
Sebagai pelajar, kita perlu membiasakan diri untuk bertanya:
Dengan membiasakan berpikir kritis, kita tidak hanya menjadi pembaca yang cerdas, tetapi juga mampu menyampaikan pendapat secara logis dan bertanggung jawab. Kemampuan inilah yang akan menjadi bekal utama saat mempelajari teks argumentasi pada bagian berikutnya.